Terkadang ketika tubuh kita merasakan sakit, termasuk sakit
pada sistem saraf. Sistem saraf dikatakan dalam keadaan sakit apabila terjadi
ketidakseimbangan dalam merespon rangsangan, baik dari dalam tubuh maupun luar
tubuh.
Rangsangan dari luar dapat berupa mikroorganisme atau
organisme yang patogen, toksin dan narkoba. Sedangkan rangsangan dari dalam
tubuh terkadang diakibatkan oleh benda-benda yang dimasukkan ke dalam tubuh itu
sendiri yang berdampak tidak baik bagi sistem saraf, salah satu diantaranya
obat-obatan terlarang, termasuk Narkoba.
Narkoba adalah akronim dari Narkotika dan obat-obat berbahaya
yang berbentuk zat kimia. Dalam bidang pengobatan medis, dikenal zat-zat kimia
yang mampu mengurangi atau menghilangkan rasa sakit, namun tidak memiliki efek
penyembuhan. Zat kimia itulah yang sering disalahgunakan karena pemakaian
dengan dosis yang berlebihan akan berakibat buruk bagi kesehatan. Zat-zat kimia
tersebut dapat menimbulkan kerusakan pada sistem saraf.
Berikut pengelompokkan narkoba yang berpengaruh terhadap
sistem saraf
1.
Sedatif
Golongan obat yang mengakibatkan menurunnya aktivitas normal
otak. penggunaan sedatif ini berefek sebagai obat penenang.
Contoh : Valium.
2.
Stimulan
Golongan obat yang mengakibatkan mempercepat kerja otak. Sehingga
efek bagi penggunanya adalah perasaan tidak mengantuk dan tubuh dalam keadaan
prima, sehingga disebut Pil semangat.
Jenis zat ini menstimulasi sistem saraf simpatetik.
Zat-zat kimia golongan ini biasanya disebut pil semangat.
Contoh : Kokain.
3.
Halusinogen
Golongan obat yang menimbulkan daya hayal (halusinasi). Selain
itu, efeknya juga menambah keyakinan diri yang bersifat sementara.
Contoh : Ganja.
4.
Painkiler
Golongan obat yang menahan rasa nyeri karena menekan bagian
otak yang mengatur pusat rasa sakit.
Contoh : Heroin
Penggunaan zat-zat tersebut secara berlebihan dapat
menimbulkan adiksi fisiologis (ketergantungan secara fisik). Selain efek itu,
ada beberapa efek dari penggunaan zat-zat tersebut terhadap sistem saraf, yakni
sebagai berikut.
1.
Koordinasi Tubuh
Di dalam tubuh pecandu kekurangan dopamin karena obat
menyebabkan tidak dihasilkannya Dopamin. Dopamin adalah zat kimia yang
berfungsi sebagai neurotransmitter di
dalam otak. Jika kekurangan Dopamin, maka akan terjadi gangguan pada sinap,
sehingga impuls saraf tidak merambat ke neuron berikutnya.
2. Gangguan
Saraf Sensorik
dimana ada rasa kebas, penglihatan buram hingga bisa menyebabkan
kebutaan. Kasus kebutaan karena Narkoba sudah ditemukan saat ditemui di Rumah
Sakit Raden Mattaher (RSRM) Jambi.
3. Gangguan
Saraf Otonom
Gangguan ini menyebabkan gerakan yang tidak dikehendaki
melalui gerak motorik. Sehingga orang yang dalam keadaan mabuk bisa melakukan apa
saja di luar kesadarannya.
4. Gangguan
Saraf Motorik
Gerakan tanpa koordinasi dengan sistem motoriknya, seperti
jika sedang krakaw saraf motoriknya tidak bisa diatur, jadi bergerak sendiri,
dengan bergerak itu pengaruh obatnya hilang, jika sudah hilang, nanti gerakan
itu akan berhenti.
5. Gangguan
Saraf Vegetatif
Terkait bahasa yang keluar. Bahasa yang keluar di luar
kesadaran, ngawur, biasanya juga disertai gaya bicara yang pelo.
Untuk pengobatan sistem saraf di otak sendiri, jika mengalami
gangguan, biasanya awalnya akan diberikan vitamin khusus untuk otak. Sehingga
kerja saraf yang abnormal pada saat pemakaian obat bisa diperbaiki kembali.
Namun jika penggunaan sudah dalam jangka waktu lama, tentu tidak ada yang bisa
kembali seperti semula.
Saraf merupakan salah satu organ penting pada manusia yang mengatur
sistem tubuh. Jika ia mengalami kerusakan maka bisa menyebabkan kecacatan yang
permanen dan sulit untuk diperbaiki.
PENYEMBUHAN
Menyembuhkan para pencandu diperlukan terapi yang tepat dengan
mengurangi konsumsi obat-obatan sedikit demi sedikit di bawah pengawasan dokter
diperlukan dukungan moral dari keluarga serta lingkungannya yang diiringi oleh
tekad si pemakai untuk segera sembuh. Hal yang paling penting adalah
ditumbuhkannya nilai agama dalam diri si pemakai.
6. Pengaruh
lain
Berikut beberapa pengaruh lain dari adanya obat-obatan di
dalam tubuh manusia terhadap sistem saraf :
·
timbul rasa takut
·
kurang percaya diri jika tidak menggunakannya
·
gangguan memori
·
Hilangnya Kendali Otot gerak dan Denyut jantung
lemah
·
Kerusakan pada alat respirasi, terganggunya sistem
peredaran darah, timbul keram perut dan tubuh gemetar.
·
Hilangnya nafsu makan, sehingga biasanya pecandu
narkoba kurus kering
·
Kerusakan dan pengerasan sel-sel hati (serosis
hepatis) terutama bagi pecandu minuman alkohol
·
Overdosis bisa menyebabkan kematian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar